Kamis, 22 Mei 2008

Pop Daerah Bawean


Lagu pop daerah Bawean yang kini dikembangkan oleh BEKU Bhei-Bhei memiliki jalinan benang merah dengan musik berirama Melayu yang telah berkembang di Bawean sejak adanya kebiasaan merantau masyarakat Bawean ke Singapore pada tahun 1850-an. Musik berirama Melayu di Bawean mengalami puncaknya pada awal kemerdekaan dengan terbentuknya Group Bunga Seroja Bawean yang banyak melahirkan lagu-lagu yang bertemakan kerinduan akan keluarga yang berada diperantauan baik dalam Bahasa Melayu maupun Bahasa Bawean. Namun sayang tidak semua lagu dari era Group Bunga Seroja Bawean ini sampai ke era BEKU saat ini, karena lagu-lagu tersebut tidak terekam dalam bentuk kaset maupun dalam bentuk tulisan dengan partitur nadanya yang mesti ada tidak dapat kami baca.
Beberapa orang seniman Bawean yang kemudian merantau ke Singapore, ternyata di perantauan sukses mengembangkan musik pop Melayu dengan syair berbahasa Bawean. Bahkan mereka mengeluarkan album yang sukses di pasaran. Beberapa nama seperti Kasim Muhammad dengan album lagu Aongghe’e Ka Ratana dan Angkok-Angkok Bilis melegenda di Singapore dan Malaysia disamping beberapa nama lainnya yang juga berasal dari Bawean.
BEKU Bhei-Bhei sebagai Group yang juga mencoba mengangkat kembali kekayaan masa lalunya tanpa mengurangi kreativitas kekinian, selain merecycle lagu-lagu dari era Group Bunga Seroja Bawean seperti Engak-Engak Loppa dan Amempe, juga mencoba melahirkan nomor-nomor lagu baru. Bahkan telah dicoba mengangkat Mandiling kedalam irama pop rock. Upaya BEKU Bhei-Bhei dalam mengangkat kembali musik daerahnya ini telah dibuktikan dengan 3 album idie label.

Tidak ada komentar: