Minggu, 08 Juni 2008

Kubur Waliyah Zainab

Kubur Waliyah Zainab terletak di Desa Diponggo Kecamatan Tambak Pulau Bawean, di kaki bukit yang jaraknya dari pantai sekitar 350 M. Kubur ini berada di halaman belakang masjid Desa Diponggo yang konon katanya masjid ini didirikan oleh Waliyah Zainab.
Cungkup kubur ini telah direhab oleh masyarakat setempat yang saat ini berdinding tembok dengan kontruksi beton cor beratap genteng. Jirat kubur sebagai unsur yang masih merupakan peninggalan arkeologi, menggunakan bahan batu kapur Gresik yang dibentuk persegi empat. Jirat kubur ini bentuknya mengesankan adanya kesamaan dengan beberapa jirat kubur yang ada di Gresik walaupun dalam bentuk dan ornamentnya yang jauh lebih sederhana. Jirat kubur ini juga diberi hiasan antefik sebagai penghias sudut bangunan. Ukuran jirat kubur Waliyah Zainab ini memiliki ukuran panjang 253 cm, lebar 66 cm dengan tinggi 76 cm. Nisan kuburnya telah diganti dengan nisan baru berbahan kayu jati.
Tokoh Waliyah Zainab menurut cerita tutur yang berkembang di Bawean adalah merupakan istri kedua dari Sunan Giri yang bernama Dewi Wardah. Dewi Wardah ini merupakan putri Sunan Bungkul Surabaya yang diperistri berkat penemuan buah delima oleh Sunan Giri dalam sebuah sayembara. Namun Dewi Wardah merasa kurang bahagia menjadi istri kedua dari Sunan Giri, sehingga beliau memilih untuk menetap di Bawean sebagai pendakwah penyiar Agama Islam.

Tidak ada komentar: