
Kubur Umar Mas’ud berada di sisi belakang kompleks Masjid Jamik dengan pagar pembatas yang

Nisan kubur yang kini terpasang di atas jirat


Tokoh Umar Mas’ud dalam sejarah Paulau Bawean dikenal sebagai tokoh penyiar Agama Islam yang datang ke Bawean dan mengalahkan penguasa Bawean dikala itu yang bergelar Raja Babi sebagai raja Kerajaan Lubek dalam sebuah perang tanding. Setelah berhasil mengalahkan Raja Babi yang seketika itu meninggal dunia, Umar Mas’ud mengangkat dirinya sebagai penguasa Pulau Bawean dan memindahkan pusat kekuasaan dan pemerintahannya dari Panagih di Desa Lebak ke Bengko Dhelem yang kini berada di Dusun Dejebheta Desa Sawahmulya. Dimasa pemerintahannya ini Umar Mas’ud mendirikan Kota Sangkapura dengan konsepsi kota Islam Jawa yang diadaptasi dengan kondisi geografis setempat. Bentuk adaptasi konsepsi tata kota Islam Jawa tersebut nampak dari penempatan keraton pusat pemerintahan yang di Bawean dikenal dengan Bengko Dhelem di sisi Utara Alon-alon dan pasar di sisi Selatan Alon-alon. Sedangkan masjid jamik tetap terletak di sisi Barat dari Alon-alon. Adaptasi tersebut nampaknya dilakukan dengan pertimbangan keberadaan letak pelabuhan yang berada di sisi Selatan dengan jarak kurang lebih 800 M.
Pemerintahan Umar Mas’ud di gantikan oleh anak keturunannya pada saat beliau wafat pada tahun 1630M yang kehilangan kedaulatannya sehubungan dengan naiknya kembali kekuatan kerajaan-kerajaan di tanah Jawa pasca Majapahit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar